24th January 2014 Cat: Hukum with Comments Off

Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama adalah salah satu contoh Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama dalam bentuk PDF secara gratis.

Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama

Situasi Indonesia
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa tingkat kekerasan yang dialami perempuan Indonesia sangat tinggi. Sekitar 24 juta perempuan atau 11,4 persen dari total penduduk Indonesia pernah mengalami tindak kekerasan. Tindak kekerasan dominan yang dialami oleh perempuan Indonesia adalah kekerasan domestik atau kekerasan dalam rumah tangga misalnya penganiayaan, perkosaan, pelecehan, atau suami berselingkuh. Sedangkan mengenai kekerasan seksual, LSM Perempuan Kalyanamitra dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa setiap lima jam terjadi satu kasus perkosaan.

Mitos Kekerasan
Mitos-mitos seputar kekerasan yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa kekerasan hanya terjadi pada kelompok berpendidikan dan berpenghasilan rendah. Tetapi, dari data-data yang terkumpul, justru menunjukkan banyaknya kasus kekerasan yang terjadi di kelompok berpendidikan menengah ke atas. Bahkan terdapat laporan yang menyebutkan bahwa perempuan karir banyak mengalami kekerasan. Jadi kekerasan dalam rumah tangga terjadi di semua lapisan sosial masyarakat, agama, politik maupun latar belakangan pendidikan. Ini menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan bukan disebabkan oleh situasi ekonomi atau tinggi rendahnya pendidikan seseorang, tapi lebih pada ketidaksetaraan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan. Pembagian peran sosial terhadap perempuan dan laki-laki menyebabkan ketidakadilan yang salah satu bentuknya adalah kekerasan terhadap perempuan.

Faktor-Faktor Terjadinya Kekerasan
Kekerasan terhadap perempuan merupakan masalah universal yang melewati batas-batas negara dan budaya. Studi yang dilakukan di 90 komunitas yang berbeda di dunia menunjukkan pola tertentu dalam insiden kekerasan terhadap perempuan. Menurut studi tersebut, terdapat empat faktor untuk terjadinya kekerasan. Pertama adalah ketimpangan ekonomi antara perempuan dan laki-laki; Selanjutnya adalah penggunaan kekerasan sebagai jalan keluar suatu konflik; otoritas dan kontrol laki-laki dalam pengambilan keputusan; dan hambatan-hambatan bagi perempuan untuk meninggalkan setting keluarga. Faktor-faktor tersebut seringkali tertutupi oleh mitos-mitos.

Misalnya dominasi laki-laki terhadap perempuan memang suatu hal yang sudah semestinya karena itu merupakan bagian dari ‘kejantanan’ itu sendiri. Dengan melakukan tindak kekerasan, maka hal itu bisa mengurangi stress. Rasa rendah diri dan keinginan perempuan untuk didominasi; dan mitos bahwa kekerasan adalah suatu hal yang tidak terelakkan dalam hubungan perempuan-laki-laki. Namun para pengadvokasi anti kekerasan terhadap perempuan mengamati bahwa kekerasan itu merupakan fungsi dari norma-norma sosial yang telah terkonstruksi yang menempatkan laki-laki pada posisi yang dominan dan perempuan pada posisi tersubordinasi. Di samping asumsi-asumsi tertentu yang hidup dalam masyarakat mengenai pembagian peran perempuan dan laki-laki, salah satu hal yang turut melegitimasi kekerasan terhadap perempuan adalah penafsiran-penafsiran terhadap pemahaman agama. Hesti Armiwulan, dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya menyebutkan contoh mengenai pemahaman agama yang keliru seperti pemahaman bahwa istri boleh didera apabila tidak menurut, dan sebagainya.

Masalah komunikasi sangatlah sentral dalam turut menyumbang terjadinya kekerasan di dalam rumah tangga. Kesulitan dalam hubungan berkomunikasi antara suami dengan istri, tidak mengetahui apa yang diinginkan suami atau istri, sering berpuncak pada terjadinya kekerasan. Kekerasan dianggap sebagai penyelesaian masalah yang efektif.

Bentuk Kekerasan
Kekerasan bukan hanya kekerasan fisik saja seperti pemukulan atau tendangan, tapi bisa berbentuk sangat halus dan tidak kasat mata seperti kecaman, kata-kata yang meremehkan dan sebagainya. Paling tidak terdapat lima kategori bentuk kekerasan dalam rumah tangga: fisik, emosional/psikologis, seksual, ekonomi, dan sosial.

Kekerasan fisik, biasanya berakibat langsung bisa dilihat mata seperti memar-memar di tubuh atau goresan-goresan luka. Kekerasan emosional atau psikologis tidak menimbulkan akibat langsung tapi dampaknya bisa sangat memutus-asakan apabila berlangsung berulang-ulang. Termasuk dalam kekerasan emosional ini adalah penggunaan kata-kata kasar, merendahkan, atau mencemooh. Misalnya membanding-bandingkan istri dengan orang lain dengan mengatakan bahwa istri tidak becus dan sebagainya. Kekerasan seksual lebih sulit lagi dilihat karena tempat kejadiannya yang sangat tersembunyi, yaitu dalam hubungan intim suami-istri. Antara lain pemaksaan dalam hubungan seks. Sedangkan yang bisa dikatakan sebagai kekerasan ekonomi misalnya menjual atau memaksa istri bekerja sebagai pelacur, atau menghambur-hamburkan penghasilan istri untuk bermain judi, minum alkohol, dan sebagainya. Kekerasan sosial, misalnya, dengan membatasi pergaulan istri. Istri dilarang mengikuti kegiatan-kegiatan di luar rumah.

Sulitnya Memutus Rantai Kekerasan
Walaupun mengalami kekerasan oleh pasangnya dan menghendaki agar kekerasan tersebut dihentikan, tapi bukanlah suatu hal yang mudah bagi perempuan untuk memutus mata rantai kekerasan. Secara sosial budaya, perempuan dikonstruksikan untuk menjadi istri yang baik, yang pandai menyenangkan suami dan menjaga keutuhan rumah tangga. Dengan demikian perempuan atau istri dituntut tanggung jawab yang lebih besar atas kelestarian perkawinan. Ketika konflik muncul, maka pertamakali istri akan menyalahkan diri sendiri, mencari sebab-sebab konflik dalam dirinya. Walaupun introspeksi suatu hal positip tapi dapat pula menjadi hambatan ketika perempuan akan membuat keputusan saat mengalami kekerasan. Di samping itu, bagi perempuan tidaklah mudah untuk hidup sebagai janda. Tidak saja stigma negatip yang melekat pada janda, tapi juga ketergantungan pada suami menjadi faktor penting. Perempuan yang telah terkondisi untuk tergantung secara ekonomi dan emosional pada suami, akan merasa sangat sulit ketika harus mengambil keputusan. Dan faktor lainnya adalah faktor hati. Banyak perempuan yang menyatakan karena cinta maka mereka harus bisa menanggung sisi buruk dari orang yang dicintanya itu.

Dampak kekerasan
Akibat kekerasan bisa berbeda-beda. Ada yang dapat segera terlihat mata seperti kekerasan fisik. Tetapi ada pula jenis kekerasan yang akibatnya baru tampak berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian dan itupun tidak secara kasat mata, misalnya kekerasan emosional. Menurut Elly Nurhayati Dari Rifka Annisa, satu hal yang khas pada perempuan yang mengalami tekanan psikologis termasuk yang dikarenakan kekerasan adalah ganggguan pada fungsi reproduksi. Misalnya saja haid yang tidak teratur atau tidak berhenti, sering mengalami keguguran, atau kesulitan menikmati hubungan seksual.

Terlepas dari apakah akibat kekerasan itu bisa langsung terlihat mata ataupun baru tampak kemudian, tapi yang jelas dampaknya akan membatasi kehidupan perempuan itu. Gangguan kesehatan, hilangnya konsep diri dan rasa percaya terhadap diri sendiri, jelas akan menghambat kegiatan-kegiatan mereka untuk berpartisipasi secara penuh dalam masyarakat. Ini berati hilangnya sumber daya manusia yang sangat penting. Perempuan yang seharusnya bisa aktif berpartisipasi dalam masyarakat, dan bisa mengembangkan potensi dirinya, sekarang terhambat karena masalah kekerasan tersebut. Organisasi Kesehatan Sedunia WHO memperkirakan bahwa biaya pengobatan terhadap korban kekerasan 2,5 kali lebih banyak katimbang penyakit biasa. Dan perempuan yang mengalami kekerasan akan kehilangan 50 persen produktivitasnya. Belum lagi kalau kita melihat dampak kekerasan terhadap perempuan terhadap generasi mendatang. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan keluarga yang diwarnai kekerasan akan menyebabkan anak-anak tersebut tidak bisa berkembang menjadi manusia dewasa yang utuh karena mereka tidak mengenal apa itu kekebasan dan demokrasi. Tidak ada pilihan-pilihan lain bagi anak-anak itu. Sejumlah studi menunjukkan bahwa anak-anak yang hidup dalam keluarga yang diwarnai kekerasan, pada masa dewasanya cenderung akan terlibat dalam situasi yang sama karena nilai-nilai yang hidup dalam keluarga itu akan berpindah dan terinternalisasi oleh anak.

Masalah Bersama
Masalah kekerasan terhadap perempuan merupakan masalah bersama. Oleh karena itu masyarakat dan juga negara perlu disadarkan, didesak, dituntut, dan diawasi untuk turut bertanggung jawab dalam memerangi kekerasan berdasarkan jenis kelamin ini. Untuk itu perlu adanya perubahan sikap mendasar yang menganggap masalah kekerasan terhadap perempuan dari sekedar masalah individu menjadi masalah dan tanggung jawab bersama.
Perlu perubahan mendasar terhadap status perempuan dan sikap-sikap terhadap baik perempuan maupun laki-laki dalam masayarakat. Perlu upaya terus menerus dan strategis untuk mendekonstruksi struktur kekuasaan tradisional yang selama ini sudah dianggap sah-sah saja dan juga mendekosntruksi asumsi-asumsi budaya dan agama yang memperkuat dan melegitimasi kekerasan berdasarkan gender ini

sumber: http://www.ipkb-kalbar.org/ktpa2.html

Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama adalah salah satu contoh Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama dalam bentuk PDF secara gratis.

makalah gender dalam kesehatan reproduksi,jurnal penyakit tanaman pala serta musuh alaminya,kumpulan kumpulan tugas tentang masalah gender,kumpulan skripsi kespro,makalah gender tentang partisipasi perempuan,contoh kekerasan seksual,contoh skripsi kespro,makalah hama pala,contoh jurnal pdf advokasi,contoh advokasi sosial

Related Post Powered by G o o g l e :

Download  112Kb    Universitas Sam Ratulangi

Download 112Kb Universitas Sam Ratulangi

Download 112Kb Universitas Sam Ratulangi, Kekerasan sering dilakukan bersama dengan salah satu bentuk tindak pidana untuk masalah kekerasan dalam rumah tangga sebagian besar yang menjadi luasnya kekerasan terhadap perempuan, karena ini berarti harus memasuki.

Read: Download 112Kb Universitas Sam Ratulangi DownloadRead
1 ATRIBUSI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA       Staff UNY

1 ATRIBUSI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Staff UNY

1 ATRIBUSI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Staff UNY, terhadap kesetaraan gender dengan strategi menghadapi masalah pada Kekerasan terhadap perempuan merupakan fenomena sosial yang pada.

Read: 1 ATRIBUSI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Staff UNY DownloadRead
proposal pengabdian kepada masyarakat   Staff UNY   Universitas

proposal pengabdian kepada masyarakat Staff UNY Universitas

proposal pengabdian kepada masyarakat Staff UNY Universitas, Kekerasan terhadap Perempuan sejak tanggal 9 Oktober 1998. Namun perundangan yang terkait dengan masalah kekerasan dalam rumah tangga tersebut 

Read: proposal pengabdian kepada masyarakat Staff UNY Universitas DownloadRead
Peta Kekerasan  Pengalaman Perempuan Indonesia    Komnas

Peta Kekerasan Pengalaman Perempuan Indonesia Komnas

Peta Kekerasan Pengalaman Perempuan Indonesia Komnas, masalah kompleks seperti kekerasan terhadap perempuan harus dilakukan dengan kesadaran publik tentang isu kekerasan terhadap perempuan. Namun  

Read: Peta Kekerasan Pengalaman Perempuan Indonesia Komnas DownloadRead
catahu 2005   Komnas Perempuan

catahu 2005 Komnas Perempuan

catahu 2005 Komnas Perempuan, nasional tentang kekerasan terhadap perempuan terus digalang bersama di antara besaran dan kompleksitas masalah kekerasan terhadap perempuan.

Read: catahu 2005 Komnas Perempuan DownloadRead
Berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual

Berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual

Berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, perempuan dan anakanak perempuan. Dalam banyak kasus, kekerasan berbasis gender adalah masalah internasional, berkaitan dengan kesehatan.

Read: Berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual DownloadRead
Adil gender  mengungkap realitas perempuan Jambi   Center for

Adil gender mengungkap realitas perempuan Jambi Center for

Adil gender mengungkap realitas perempuan Jambi Center for, ketika masalah gender diperbincangkan, seolaholah hal tersebut telah identik dengan masalah kaum perempuan. Apa itu gender? Selama beratus tahun perempuan diogikan dengan pekerjaan domestik terhadap perempuan menimbulkan anggapan terhadap kekerasan berbasis gender baik terjadi di rumah.

Read: Adil gender mengungkap realitas perempuan Jambi Center for DownloadRead
Kebijakan dan Strategi Nasional Kesehatan Reproduksi   UNFPA

Kebijakan dan Strategi Nasional Kesehatan Reproduksi UNFPA

Kebijakan dan Strategi Nasional Kesehatan Reproduksi UNFPA, Penyusunan dokumen ini telah melibatkan secarabersamasama dari seluruh komponen Penanggulangan Kekerasan terhadap Perempuan dan Masalah.

Read: Kebijakan dan Strategi Nasional Kesehatan Reproduksi UNFPA DownloadRead
Penanggulangan kekerasan terhadap perempuan       Kesehatan Ibu

Penanggulangan kekerasan terhadap perempuan Kesehatan Ibu

Penanggulangan kekerasan terhadap perempuan Kesehatan Ibu, dan pemulihan trauma psikologis dan masalah psikososial. Pembuatan modul . dengan isu diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. MANUAL III 

Read: Penanggulangan kekerasan terhadap perempuan Kesehatan Ibu DownloadRead
HASIL PENDOKUMENTASIAN BERSAMA KELOMPOK KERJA

HASIL PENDOKUMENTASIAN BERSAMA KELOMPOK KERJA

HASIL PENDOKUMENTASIAN BERSAMA KELOMPOK KERJA, Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Pokja MRP bersama KOMNAS PEREMPUAN berani menyentuh masalah ini yang 

Read: HASIL PENDOKUMENTASIAN BERSAMA KELOMPOK KERJA DownloadRead
Kata Pengantar SDK 7   final   Komnas Perempuan

Kata Pengantar SDK 7 final Komnas Perempuan

Kata Pengantar SDK 7 final Komnas Perempuan, Laporan Tim Internasional Pencari Fakta Kekerasan Negara terhadap sosial, ekonomi, budaya, dengan tekanan pada masalah perempuan di setiap bidang.

Read: Kata Pengantar SDK 7 final Komnas Perempuan DownloadRead
1 PEMETAAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN  DI

1 PEMETAAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI

1 PEMETAAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI, pemicu isu kekerasan terhadap perempuan yang menjadi perhatian publik, dengan dibentuknya Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, 

Read: 1 PEMETAAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI DownloadRead
LAPTAH KP th I AUSAID 310310

LAPTAH KP th I AUSAID 310310

LAPTAH KP th I AUSAID 310310, yang juga meningkat tentang kekerasan terhadap perempuan. saat yang sama, Komnas Perempuan sedang mengalami masalah defisit anggaran dengan.

Read: LAPTAH KP th I AUSAID 310310 DownloadRead
KAJIAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP KEKERASAN YANG

KAJIAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP KEKERASAN YANG

KAJIAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP KEKERASAN YANG, masalah KDRT ditempuh melalui hukum privat, publik maupun administratif. Kekerasan terhadap perempuan akhirakhir ini banyak dibicarakan baik dalam perempuan dengan diratifikasinya Konvensi mengenai Penghapusan Segala 

Read: KAJIAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP KEKERASAN YANG DownloadRead
INDONESIA Undang Undang Dasar memberikan kebebasan dalam

INDONESIA Undang Undang Dasar memberikan kebebasan dalam

INDONESIA Undang Undang Dasar memberikan kebebasan dalam, syariat Islam yang menghilangkan hakhak tertentu kaum perempuan dan Banyak pelaku kekerasan terhadap kelompok minoritas agama di masa lalu yang tidak diadili. Pemerintah AS membahas masalah kebebasan beragama dengan 

Read: INDONESIA Undang Undang Dasar memberikan kebebasan dalam DownloadRead
Download this  file   E Journal Universitas Udayana

Download this file E Journal Universitas Udayana

Download this file E Journal Universitas Udayana, Dalam kajian terhadap masalah ini penulis akan membagi atas 3 bagian yaitu: 1. Tidak ada perbedaan putra lakilaki dengan putra perempuan yang diangkat statusnya, baik . terjadinya kekerasan fisik dan mental terhadap perempuan.

Read: Download this file E Journal Universitas Udayana DownloadRead